Keterangan yang diperoleh menyebutkan, kasus tersebut bermula dari bentrokan antara warga Kecamatan Linggapayung dengan warga Kecamatan Natal. Bentrokan itu terjadi pada Senin sore yang terjadi di kawasan perbatasan kedua kecamatan yang jaraknya sekitar 600 kilometer lebih dari Medan, ibukota Sumatera Utara.
Pemicu bentrokan merupakan masalah lama tentang hak ulayat atas tanah, terkait kebun plasma yang dikelola PT Perkebunan Sumatra Utara. Kedua belah pihak sama-sama merasa kebun plasma itu berada di atas tanah adat mereka, namun kebun plasma tersebut ternyata hanya diperuntukkan bagi warga Linggabayu sehingga membuat warga Natal kecewa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengatasi ini, Kepolisian Resort Mandailing Natal segera mengirim pasukan pengendali massa dengan menggunakan truk polisi. Ikut juga dalam rombongan kontributor RCTI Husein Lubis. Nah, ketika sampai di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB, warga langsung melempari truk polisi tersebut dengan batu. Untuk tindakan pengamanan, truk tersebut terpaksa berbalik arah.
โBegitu truk lewat, warga langsung melempari dengan batu. Saya juga terkena. Bagian mata dan hidung luka. Sekarang kami sedang menuju rumah sakit,โ kata Husein melalui telepon kepada wartawan di Medan.
Husein menyatakan, selain dirinya, ada juga seorang polisi yang mengalami luka serius di bagian kepala karena terkena lemparan batu tersebut. Saat ini mereka dalam perjalanan menuju rumah sakit di Panyabungan, ibukota Mandailing Natal, sekitar 75 kilometer dari lokasi kejadian.
(rul/ape)











































