Pertemuan SBY dan Presiden Islandia Bicarakan Alm Ali Alatas

Pertemuan SBY dan Presiden Islandia Bicarakan Alm Ali Alatas

- detikNews
Senin, 26 Apr 2010 19:10 WIB
Pertemuan SBY dan Presiden Islandia Bicarakan Alm Ali Alatas
Jakarta - Presiden Islandia Ólafur Ragnar Grímsson bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di sela-sela World Geothermal Conference di Nusa Dua, Bali. Selain bicara soal kerjasama bilateral, mereka juga membicarakan mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) alm Ali Alatas.

"Pertemuan sekitar setengah jam yang merupakan landmark hubungan Indonesia-Islandia. Ini adalah sahabat mantan menlu almarhum Ali Alatas. Banyak bicara mengenai persahabatan yang bersangkutan dengan Ali Alatas," ujar juru bicara Presiden SBY bidang luar negeri Dino Patti Djalal.

Hal itu disampaikan Dino dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (26/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dino menambahkan, tentang hubungan bilateral, ada 2 topik utama yang dibicarakan. Pertama tentang rencana kerjasama Indonesia-Islandia di bidang geothermal. Indonesia, imbuhnya, mempunyai deposit terbesar di dunia untuk energi panas bumi, tepatnya 40 persen deposit dunia. Sementara yang digunakan baru sekitar kurang dari 5 persennya.

Sementara Islandia adalah negara yang paling maju teknologinya di bidang geothermal. "Ada kesepakatan untuk membangun clean energy dan mengurangi ketergantungan pada fosil fuel. Akan ada kerjasama yang lebih erat antara Indonesia dan Islandia dan selama ini memang Indonesia, Pertamina, banyak mengirim ahlinya ke Islandia. Sampai sekarang ada 24 orang Pertamina yang belajar teknologi geothermal di Islandia," jelas Dino.

Mereka juga sepakat untuk memperluas kerjasama di bidang geothermal ini tidak hanya sebatas bilateral kedua negara saja, tapi nanti juga akan diperluas sampai ke negara-negara Asean, China, Afrika, Amerika Selatan, dan lain-lain.

"Jadi ini adalah satu proyek konkret antara Indonesia dan Islandia yang diharapkan bisa memberikan sumbangan bagi pembangunan clean energy di dunia. Dan ini bisa berpengaruh bagi perekonomian dunia terutama di bidang perubahan iklim," jelasnya.

Kemudian, kedua pemimpin juga sepakat akan menjalin kerjasama di bidang perikanan. 70 persen ekonomi Islandia, imbuh Dino, ditopang dari sektor perikanan. Sementara Indonesia adalah negara maritim yang besar potensi perikanannya.

"Tadi membahas bagaimana experience share yang dapat dilakukan kedua negara untuk dapat melakukan kerjasama di bidang perikanan," terang Dino.

Terima PM Finlandia

Dino menambahkan, SBY juga akan dijadwalkan menerima PM Finlandia Matti Vanhanen yang berkunjung pada 26-28 April 2010. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memenuhi undangan lisan Presiden RI pada saat kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Finlandia, tanggal 12 September 2006. Namun rencana itu sempat tertunda beberapa kali.

Besok Selasa 27 April, SBY akan menerima Vanhanen di Istana Kepresidenan untuk membahas hubungan bilateral dan santap malam kenegaraan. Vanhanen juga akan melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata dan melakukan pertemuan dengan Menko Perekonomian, Kepala BKPM, Ketua DPR dan Sekjen ASEAN.

(nwk/ape)


Berita Terkait