Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Dusun Semawang RT 03 RW II Desa Balerejo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (26/04/10).
Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 06.00 WIB, Zubaedah pergi bersama ibunya, Ayem, ke Pasang Bandongan untuk berjualan sayur. Namun saat baru berjalan kaki sekitar 200 meter dari rumah, tiba-tiba mereka dicegat oleh Muhyidin. Pria tersebut menyatakan keinginannya untuk rujuk dengan Zubaedah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat sikap mantan menantunya yang terus memaksa putrinya, Ayem pun angkat bicara. Dia meminta Mahyidin berhenti meminta Zubaedah rujuk. Tapi tak disangka, Muhyidin marah karena menganggap Ayem ikut campur urusannya. Dia kemudian mencabut parang dan menghujamkannya ke Zubaedah.
Muhyidin mengamuk membabibuta. Dia terus membacokan parang ke kepala, wajah dan leher Zubaedah yang tak sempat mengelak sedikit pun. Akibatnya, wanita muda malang itu tewas di tempat kejadian dengan sejumlah luka parah di kepala, wajah dan lehernya.
"Usai membacok Zubaedah, pelaku langsung melarikan diri. Dia menodong tulang ojek yang kebetulan lewat. Sedangkan Bu Ayem pingsan," kata Kholiq, saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.
Menurut Kholiq, tidak ada satupun warga yang berani menghentikan aksi biadab Muhyidin. Mereka takut mendekat karena Muhyidin saat itu terlihat sangat marah.
Serahkan Diri
Muhyidin ternyata tidak berusaha melarikan diri usai membantai mantan istrinya. Dia menyerahkan diri ke Polsek Bandongan, Magelang, Jawa Tengah.
"Setelah membunuh, pelaku langsung menodongkan parang kepada salah seorang tukang ojek. Tapi dia minta diantar ke Polsek Bandongan," ujar Kapolsek Kaliangkrik, AKP Faizul
Kepada petugas Polsek Bandongan, Muhyidin terus terang mengaku baru saja membunuh bekas istrinya di Kaliangkrik. Dia menyerahkan diri karena takut menjadi korban amuk massa.
(djo/djo)










































