ββ"Pembangunan PLTN di Indonesia bukanlah solusi terakhir. Opsi ini sangatlah merugikan bahkan membahayakan bagi masyarakat kita," jelas Ketua Koordinator Aksi, Lukman Hakim kepada wartawan di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Senin (26/4/2010).
Dalam aksinyanya, Selain membentangkan spanduk besar penolakan, mereka menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan seorang manusia menderita karena terkena dampak radiasi Nuklir. Aksi tersebut akan dilanjutkan di Dewan Energi Nasional dan serentak dilakukan di 6 kota lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Radiasi juga terbukti menyebabkan mutasi genetik pada tumbuhan dan hewan. "Ini harus jadi pelajaran dan pertimbangan dari pemerintah kita, apalagi Indonesia belum sepenuhnya menguasai soal PLTN, jangan sampai tragedi Cernobly terulang kembali," ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan PLTN bukanlah solusi terakhir bagi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan listrik. "Terlalu berbahaya dampaknya bagi manusia dan lingkungan hidup. Kita masih bisa mengembangkan sumber tenaga lain seperti batu bara atau PLTA," jelas Lukman.
Dia meminta DPR, PLN dan Dewan Energi agar segera mungkin membatalkan pembangunan tersebut. "Ini sebuah ancaman serius bagi kehidupan masyarakat Indonesia," pungkasnya.
(asp/anw)











































