Aksi dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dari depan Masjid Baiturrahman, Kawasan Simpang Lima, Semarang, Senin (26/4/2010). Kemudian, mereka longmarch ke Bundaran Air Mancur dan kantor gubernur Jateng, Jl Pahlawan.
Di Bundaran Air Mancur, sejumlah mahasiswa menggelar teatrikal. Di tengah terik matahari, dua mahasiswa bertelanjang dada yang diibaratkan sebagai korban, berteriak, menendang dan memukul simbol PLTN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua PMII Semarang, Ahmad Yusuf mengatakan, tragedi Chernobyl merupakan contoh konkret bahaya nuklir. Efek negatifnya lebih potensial daripada manfaatnya.
"SDM negara kita terkenal kerap lalai. Kalau ngurus PLTN, bisa-bisa tragedi Chernobyl terulang di Jepara," jelasnya.
Pemerintah berencana membangun PLTN di Semenanjung Muria, Jepara. Menurut informasi, pada tahun 2016, sumber energi itu dioperasikan. Namun rencana itu menuai pro kontra penolakan hingga kini.
(try/djo)










































