Kenang Tragedi Chernobyl, Mahasiswa Tolak Pembangunan PLTN Jepara

Kenang Tragedi Chernobyl, Mahasiswa Tolak Pembangunan PLTN Jepara

- detikNews
Senin, 26 Apr 2010 13:29 WIB
Kenang Tragedi Chernobyl, Mahasiswa Tolak Pembangunan PLTN Jepara
Semarang - Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Semarang (PMII) menolak rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Jepara, Jawa Tengah. Mereka khawatir tragedi kebocoran reaktor nuklir Chernobyl, Ukraina, terjadi di Indonesia.

Aksi dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dari depan Masjid Baiturrahman, Kawasan Simpang Lima, Semarang, Senin (26/4/2010). Kemudian, mereka longmarch ke Bundaran Air Mancur dan kantor gubernur Jateng, Jl Pahlawan.

Di Bundaran Air Mancur, sejumlah mahasiswa menggelar teatrikal. Di tengah terik matahari, dua mahasiswa bertelanjang dada yang diibaratkan sebagai korban, berteriak, menendang dan memukul simbol PLTN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kantor gubernur, mereka tertahan di pintu gerbang. Setelah berorasi beberapa saat, seorang staf pemprov menemui. "Aspirasi Anda semua akan kami sampaikan, karena semua ada mekanismenya" katanya.

Ketua PMII Semarang, Ahmad Yusuf mengatakan, tragedi Chernobyl merupakan contoh konkret bahaya nuklir. Efek negatifnya lebih potensial daripada manfaatnya.

"SDM negara kita terkenal kerap lalai. Kalau ngurus PLTN, bisa-bisa tragedi Chernobyl terulang di Jepara," jelasnya.

Pemerintah berencana membangun PLTN di Semenanjung Muria, Jepara. Menurut informasi, pada tahun 2016, sumber energi itu dioperasikan. Namun rencana itu menuai pro kontra penolakan hingga kini.

(try/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini