Kapolri Duga Keberangkatan Susno ke Singapura Temui Sjahril Djohan

Kapolri Duga Keberangkatan Susno ke Singapura Temui Sjahril Djohan

- detikNews
Senin, 26 Apr 2010 11:28 WIB
Kapolri Duga Keberangkatan Susno ke Singapura Temui Sjahril Djohan
Jakarta - Tim independen Mabes Polri punya alasan tersendiri mencegah Komjen Pol Susno Duadji terbang ke Singapura. Susno diduga ke Singapura untuk bertemu dengan keberadaan Sjahril Djohan yang juga ada di negeri jiran itu.

"Keberangkatan SD ke Singapura patut diduga ada kaitannya dengan keberadaan SJ di Singapura. Patut diduga yang bersangkutan akan bergabung dengan Syahril Djohan di Singapura berdasarkan informasi Saudara Sjahril Djohan yang akan kembali pada tanggal tersebut," kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/4/2010).

Kapolri meluruskan, peristiwa di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin 12 April 2010 bukanlah penangkapan maupun penjemputan paksa Susno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetapi, pencegahan dan itu diatur dalam PP nomor 2 tahun 2003. Secara yuridis formal bisa dipertanggungjawabkan. Ini bukan masalah izin. Tetapi, kepentingan penyidikan," ujar Kapolri.

Kapolri menjelaskan, upaya pencegahan tersebut dilatarbelakangi dengan adanya pertimbangan terhadap proses penyidikan kasus praktek mafia hukum yang sedang ditangani oleh tim independen Polri.

"Adapun permasalahan tersebut, berkenaan dengan upaya tim Mabes Polri untuk menghadirkan saksi atau tersangka SJ di mana sejak SJ di Perth Australia, Polri bekerjasama dengan AFP (Australian Federal Police) untuk mendorong pemulangan SJ ke Indonesia," papar Kapolri saat membacakan jawaban tertulisnya.

Selain itu, kata Kapolri, upaya pencegahan dilakukan karena rencana kembali SJ ke Tanah Aair mengalami pengunduran. "Penundaan waktu sejak hari Sabtu, Minggu sampai dengan rencana keberangkatan SD (Susno Duadji-red) ke Singapura. Hal ini diketahui melalui kontak antara pengacara yang bersangkutan dengan ketua tim independen," kata Kapolri.
(aan/nrl)


Berita Terkait