Mahasiswa UVRI Makassar Saling Serang, 5 Luka Parah

Mahasiswa UVRI Makassar Saling Serang, 5 Luka Parah

- detikNews
Senin, 26 Apr 2010 08:49 WIB
Mahasiswa UVRI Makassar Saling Serang, 5 Luka Parah
Makassar - Aksi anarkisme mahasiswa Makassar kembali terjadi. Kali ini terjadi di kampus Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) Antang, Makassar. Penyerangan yang pertama terjadi pada hari Sabtu malam (24/4/2010), dilakukan oleh sekelompok anggota UKM Seni Serambi di sekretariat BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UVRI di Antang, yang menyebabkan Arifuddin mengalami luka robek di kepalanya.

Penyerangan kedua terjadi, sebagai aksi balas dendam dari anggota BEM FKIP, yang menyerang sekretariat UKM Seni Serambi, pada hari Minggu kemarin, sekitar pukul 14.00 Wita (25/4/2010). Akibat dari serangan tersebut, ketua UKM Seni Serambi, Nur Alam, kritis dan dirawat di RS Ibnu Sina setelah tangan kanannya putus tertebas parang.

Sedangkan penyerangan ketiga berlangsung pada Senin dini hari tadi (26/4/2010), sekitar pukul 03.00 Wita, di asrama mahasiswa Parambambe, Jalan Manuruki VI No. 23. Serangan dilakukan oleh sekitar seratus mahasiswa yang mengendarai sepeda motor dan membawa parang. Massa penyerang diduga berasal dari gabungan dari UKM Seni Serambi dan mahasiswa asal daerah Luwu. Akibat penyerangan ini, tiga mahasiswa terluka parah dilarikan ke RS Bhayangkara dan RSUD Labuang Baji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi yang jumlahnya kalah banyak dibanding mahasiswa brutal tidak bisa berbuat apa-apa. Malah mobil patroli Polsek Tamalate sempat dicuri kuncinya oleh mahasiswa saat polisi tengah mengamankan TKP.

Menurut Syaifuddin Al-Mughni, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UVRI yang ditemui wartawan usai terjadinya bentrokan kedua, penyebab bentrokan mahasiswanya dipicu persoalan sepele. Yakni, pada Sabtu malam lalu, salah seorang anggota UKM Seni Serambi emosi dan menduga ban motornya sengaja digembosi oleh anggota BEM FKIP. Akibatnya, lanjut Syaifuddin, anggota BEM FKIP dan UKM Seni terlibat cekcok yang berujung perkelahian fisik. "Kedua kelompok ini memang sudah lama saling bermusuhan, hanya gara-gara persoalan sepele malah jadi tambah besar," ungkap Syaifuddin.
(mna/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads