Gelar Pilkada, Pengumuman Hasil UN Tingkat SMA di Solo Ditunda

Gelar Pilkada, Pengumuman Hasil UN Tingkat SMA di Solo Ditunda

- detikNews
Senin, 26 Apr 2010 06:15 WIB
Gelar Pilkada, Pengumuman Hasil UN Tingkat SMA di Solo Ditunda
Solo - Hari ini, Senin (26/4/2010), wong Solo akan menentukan pilihannya untuk menentukan pemimpin mereka lima tahun ke depan. Dua pasang calon walikota akan beradu peruntungan. Seluruh aktivitas perkantoran dan perusahaan di kota tersebut diliburkan. Bahkan pengumunan UN tingkat SLTA ditunda pelaksanaannya.

Dua pasangan calon walikota dan wakil walikota tersebut adalah pasangan incumbent Joko Widodo - Hadi Rudyatmo yang dicalonkan oleh PDIP dan didukung PKS, PAN, serta beberapa partai lainnya. Dalam pelaksanaan Pilkada, KPU Kota Surakarta menetapkan pemberian suara di kartu suara dilakukan dengan cara menyoblos, bukan menyontreng seperti pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden lalu.

Selain incumbent walikota, Joko yang pengusaha mebel tersebut adalah wakil ketua DPD PDIP Jateng. Sedangkan incumbent wakil walikota, Hadi Rudyatmo adalah ketua DPC PDIP di Kota Surakarta selama tiga periode berturut-turut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu pasangan lainnya adalah KP Eddy Wirabhumi - Supradi Kertamenawi yang diajukan oleh Partai Demokrat didukung Partai Golkar, Hanura, dan beberapa partai kecil. Eddy adalah ketua DPC Partai Demokrat Kota Surakarta, sedangkan Supradi adalah mantan Plt Sekda Pemkot Surakarta.

Seiring pelaksanaan Pilkada, hari ini di Solo ditetapkan sebagai hari libur sesuai SK Gubernur Jateng. Semua kantor pemerintahan, swasta, perusahaan, hingga sekolah dinyatakan libur untuk memberikan kesempatan warga menggunakan hak pilihnya. Perhatian khusus juga diberikan para pengusaha di sekitar Solo, agar karyawannya yang barasal dari Solo bisa mencoblos.

Pengumuman hasil UN untuk SMA dan sederajat juga ditunda pelaksanaannya yang seharusnya diumumkan Senin pagi ini, ditunda Senin pukul 17.00 WIB. Penerimaan hasil UN tersebut diserahkan kepada orangtua siswa. Para siswa tidak berkenankan datang ke sekolah untuk menghindari berkumpulnya massa dan menjaga situasi kota tetap kondusif.



(mbr/mad)


Berita Terkait