Ditemui Anggota DPR, TKI di Singapura Curhat Soal Pungli

Laporan dari Singapura

Ditemui Anggota DPR, TKI di Singapura Curhat Soal Pungli

- detikNews
Minggu, 25 Apr 2010 21:15 WIB
Ditemui Anggota DPR, TKI di Singapura Curhat Soal Pungli
Singapura - Anggota komisi I DPR RI yang beranggotakan Tantowi Yahya, Rachel Maryam dan Effendi Choirie bertemu dengan lebih dari 500 penata laksana rumah tangga Indonesia (PLRT) di Singapura. Para PLRT tersebut bercerita soal permasalahan yang diderita mereka. Termasuk soal pemotongan gaji dan pungutan liar di bandara Indonesia.

Acara dimulai dengan seminar motivasi yang dibawakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Singapura (PPIS) yang dipimpin oleh Maxim Mulyadi Omega, ketua bidang sosial dari PPIS, membawakan tema “Jiwa Seorang Pemenang”. Diskusi tersebut dilaksanakan di Aula Sekolah Indonesia Singapura, Minggu siang (25/4/2010).

Dengan ini, motivator berharap para PLRT Indonesia, khususnya di Singapura, untuk memiliki mental bagai seorang setiap saat, senang maupun saat sulit. Di seminar ini, PLRT juga sedikit diberikan pengetahuan Bahasa Inggris dengan kegiatan bernyanyi bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara dilanjutkan dengan dialog bersama anggota komisi 1 DPR RI yang dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Wardana. Para TKI menyuarakan unek-unek serta harapan mereka keparda para wakil raykat supaya lebih memperhatikan nasib para TKI yang sering juga disebut sebagai “Pahlawan Devisa”.

Para TKI menyuarakan masalah-masalah seperti pemotongan gaji, perlakuan kepada TKI di terminal khusus di bandara-bandara Indonesia, jaminan masa depan mereka saat kembali ke Indonesia, dan juga konseling bagi mereka yang menghadapi masalah.

Tantowi Yahya berkata, walaupun komisi 1 bukanlah komisi yang berhubungan langsung dengan bidang tenaga kerja, sebagai anggota DPR, beliau berjanji akan tetap menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi daripada para TKI.

Sebelum acara selesai, para peserta meminta Tantowi Yahya untuk menyanyikan 3 buah lagu dan juga memberikan kesempatan untuk foto bareng.

Singapura merupakan salah satu negara yang mempunyai TKI yang paling banyak. Menurut data tahun 2007, terdapat lebih dari 75.000 tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sana.

Sejumlah aktivis LSM sebelumnya pernah mengecam perlakukan diskriminatif terhadap mereka. Masih ada pungutan liar di bandara dan perlakukan yang kurang manusiawi di tempat bekerja.

 

 

(mad/mad)


Berita Terkait