"Indikasi kalau itu tingkat kejujuran itu harus jelas. Bisa saja mereka tidak lulus karena malas belajar, dan soal yang diberikan itu tidak tepat. Ini jelas mutu pendidikannya yang harus diperbaiki," ujar Divisi Monitoring dan Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan.
Hal itu disampaikan Ade di Kantor ICW, Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Minggu (25/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan sistem standarisasi UAN, itu justru mendorong orang untuk mencontek. Dengan tingkat kelulusan ditentukan pemerintah pusat, dapat membuat orang stres karena ada ketidakadilan. Misalnya dari keluarga miskin dan keluarga yang mampu. Untuk menjangkau standarisasi, kaum yang mampu bisa les privat, lalu yang tidak mampu bagaimana?" tegas dia.
Sebelumnya diberitakan, tingkat ketidaklulusan UN siswa SMA/SMK di Bali tahun 2010 melonjak tajam dibanding tahun 2009. "Tingkat kelulusan tahun ini memang turun. Meskipun turun ini membuktikan tingkat kejujuran siswa itu tinggi," Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Provinsi Bali I Wayan Suasta.
Secara nasional, tingkat kelulusan UN 2010 menurun 4 persen dari tahun lalu. Angka kelulusan yang semula 93,74 persen kini menjadi 89,88 persen. Berdasarkan data Badan Standar Nasional Pendidikan, terdapat 154.079 siswa yang mengulang ujian pada Mei dari total peserta 1.522.162 siswa.
(nwk/mad)










































