Andara mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di sela-sela penanaman pohon bakau di Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Sebagai Putri Pariwisata, Andara ingin mengubah paradigma yang selama ini diyakini orang, yakni membangun gedung-gedung untuk lebih meningkatkan nilai ekonomis sebuah lahan.
"Selama ini lahan banyak dialihfungsikan menjadi gedung-gedung bertingkat. Mereka punya alasan memperoleh keuntungan dengan melakukan hal tersebut. Kenapa tidak diubah paradigmanya yakni memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan lahan sebagai taman wisata," kata Andara.
Kenapa taman wisata juga menggiurkan? Menurut Andara, saat ini orientasi para wisatawan mulai berubah dari mengincar gedung-gedung bertingkat atau perkotaan berubah menjadi mengincar daerah-daerah yang masih alami dan memiliki udara yang segar.
"Mereka ingin menemukan kawasan yang jauh dari hiruk pikuk kota," imbuh wanita cantik kelahiran 25 November 1987 tersebut.
Saat ini, imbuhnya, di Jakarta memang minim kawasan taman kota. Jauh dari angka ideal 20-30 persen. Namun menurutnya, banyak juga di kawasan Jakarta taman-taman yang layak untuk dikunjungi. Dia pun juga akan terus mempromosikan ke dunia internasional pariwisata Indonesia yang berwawasan lingkungan. "Istilahnya eco-tourism," kata wanita berambut panjang ini.
Ditanya soal maraknya pembalakan kayu di hutan-hutan Indonesia, Andara mengaku prihatin. Namun menurutnya tidak mudah untuk menghilangkan kebiasaan buruk penduduk Indonesia itu.
Demi menjaga keseimbangan alam, Andara menganjurkan agar sejak awal budaya menanam pohon digalakkan terutama bagi anak-anak. Sejak dini mari kita tanamkan sadar lingkungan," ujarnya.
"Yang jelas, penghijauan sangat penting, karena selain bisa menyelamatkan bumi juga bisa meningkatkan angka pariwisata," pungkasnya.
(anw/gah)











































