Dari keterangan Hendrik (15 tahun), sang penemu brankas, sekitar pukul 07.00 Wita pagi tadi, saat ia hendak memasang jala pukat di kanal depan SDH Tanjung Bunga, ia merasakan ada benda keras dan berat di dalam lumpur kanal.Β "Karena curiga saya langsung memanggil teman dan Satpam SDH untuk membantu mengangkat benda keras itu," ujar Hendrik.
Di waktu bersamaan, AKP Jamal, seorang staf Humas Polda, yang sedang berolahraga lari pagi mengitari kompleks Tanjung Bunga, ia menyaksikan Hendrik dan tiga satpam SDH sedang berusaha mengangkat benda yang berat. "Setelah memastikan bahwa yang berusaha diangkat itu brankas, langsung saya telepon atasan saya, jangan sampai brankas itu sama dengan milik Polda yang dicuri," ungkap Jamal
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara menurut Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Heri Subiansauri yang ditemui detikcom, terkait kasus kehilangan brankas yang berisi duit sebesar Rp 1,290 Milyar, sebanyak 12 staf di bagian bendahara satuan kerja Polda Sulselbar sudah diperiksa secara intensif. "Dari hasil uji kebohongan, hasil pemeriksaan mengerucut pada dua nama, insya Allah hari senin nanti Kapolda sudah mengumumkan pelaku dan barang buktinya," pungkas Heri.
(mna/gah)











































