Usai ramah tamah alakadarnya di bandara, Gubernur Thaib segera mengajak Menkes dan rombongan menuju sebuah restoran yang sangat terkenal di Ternate. Rupanya tak sekadar untuk diajak mencicipi kuliner di negeri yang konon dijajah karena rempah-rempahnya tersebut, tapi ada hal lain yang ingin diperlihatkan sang gubernur kepada Menkes.
Letak restoran yang dituju memang tidak biasa karena seperti berada dipinggir sebuah jurang yang sangat dalam, namun ini menjadi salah satu daya tarik di Restoran yang bernama Floridas ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laut jernih yang terlihat dari warnanya yang hijau dan biru sebagai penanda kedalaman laut dan deretan gunung-gunung di seberang sana menjadi suguhan tersendiri.
Endang pun tak henti-hentinya takjub melihat hamparan laut yang begitu biru dan tenang. Barisan gunung yang begitu hijau dan dari kejauhan terlihat samar-samar pemukiman penduduk dibawah kaki gunung membuatnya seperti lukisan mata.
Saat Menteri berambut pendek terkagum takjub, tiba-tiba Gubernur mengambil selembar uang kertas Rp 1000 dari ajudannya. Segera uang tersebut ia terawangkan di dihadapan sang menteri.
"Ini gambar dua pulau itu Bu. Yang gunung kecil itu pulau Mailara sedangkan yang besar pulau Tidore," papar Thaib kepada Endang.
Endang pun segera teralihkan perhatiannya dan segera melihat ke arah uang kertas yang diterawang. "Oh indah sekali aslinya, ini diambil dari sudut mana? rakyatnya pasti bangga?," tanya Endang.
Keindahan panorama di kepulauan Maluku Utara memang sangat mempesona mata. Tak salah jika keindahan tersebut terlukis dan diabadikan dalam uang kertas.
(her/Rez)











































