Calon Dokter YARSI Akui Pakai Narkoba

Pabrik Sabu di Bogor

Calon Dokter YARSI Akui Pakai Narkoba

- detikNews
Jumat, 23 Apr 2010 23:01 WIB
Calon Dokter YARSI Akui Pakai Narkoba
Jakarta - Aparat Direktorat Narkoba Polda Metro mengamankan calon dokter lulusan Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI), Miradz Hudaya. Dia disebut-sebut sebagai pemasok bahan baku ke pabrik sabu di Villa Nusa Indah III KM 7, Bojong Kulur, Gunung Putri, Bogor, Rabu (21/4) lalu. Namun Miradz membantah keras tuduhan itu.

"Saya cuma makai saja. Saya bukan pemasok. Kalau saya pemasok, saya mungkin sudah kaya," kata Mizard pada detikcom di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakselย  Jumat (23/4/2010).

Dia juga mengaku bukan pemakai aktif. Putra bungsu dari dokter spesialis ini mengaku baru dua kali mengkonsumsi barang haram itu. "Saya baru dua kali make," akunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan dirinya mengkonsumsi narkotika juga bukan untuk sekedar hura-hura atau tren. Mizard mengaku mengkonsumsi narkoba agar bisa konsentrasi menyelesaikan skripsinya yang sudah molor satu tahun.
ย 
"Biar saya melek dan konsentrasi dalam menyelesaikan skripsi saya. Saya geber 3 hari akhirnya lulus semua," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mizard ditangkap sebelum polisi menggerebek pabrik sabu di Villa Nusa Indah III Blok KM 7 No 20, Bojong Kulur, Gunung Putri, Bogor, Rabu lalu. Dalam penggerebekan itu, polisi menahan bos pabrik, Tomi.

Mizard juga baru mengenal Tomi 1,5 bulan lalu. Lulusan kedokteran YARSI tahun 2009 ini mengenal Tomi dari temannya, Hamdani Slamet alias Dani, yang merupakan karyawan di bagian anatomi di RS YARSI.
(mei/Rez)


Berita Terkait