"Pembimbing S2 telah melihat kembali tesis magister yang bersangkutan, dan mengatakan itu bisa dipertanggungjawabkan oleh dirinya sebagai pembimbing," ujarnya Ketua Senat Akademik, Yanuar dalam konfrensi pers di Gedung Rektorat, Jalan Tamansari, Jumat (23/4/2010).
Sementara Dekan STEI ITB, Adang Suwandi Ahmad mengatakan, tesis magister Zuliansyah telah diperiksa dan tidak ditemukan unsur plagiat. "Akan ditelusuri lagi. Tapi sejauh ini tidak ada indikasi plagiat," tambahnya.
Heboh plagiarisme doktor-doktor ITB ini berawal dari situs ieeexplore.ieee.org. Disebutkan, makalah berjudul '3D Topological Relations for 3D Spatial Analysis' yang dibuat oleh 4 doktor ITB yaitu Mochammad Zuliansyah, Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng, DR. Ir. Yoga Priyana, dan DR. Ir. Carmadi Machbub adalah plagiat.
Makalah ini dipublikasikan dalam Konferensi IEEE tentang ini Cybernetics and Intelligent Systems pada 2008, di Chengdu, China. Makalah ini hampir seluruhnya menduplikasi makalah lain. Teks asli dikopi tanpa menyebut sumber.
Makalah asli yang dijiplak dibuat Siyka Zlatanova, dan sudah dipublikasikan dalam 11th International Workshop on Database and Expert System Applications, terbitan tahun 2000 silam. Alias 8 tahun sebelum 4 doktor ITB ini menerbitkan makalahnya.
(tya/Rez)











































