"Iya, memang orang di sana suka membesarkan penisnya," kata seksolog dr Boyke Dian Nugraha saat berbincang dengan detikcom, Jumat (23/4/2010).
Boyke mengatakan, orang-orang di Papua membesarkan penisnya dengan daun gatal-gatal. Sebagian warga Papua menyebutnya dengan daun bungkus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kata Boyke, meski metodenya alamiah tetapi reaksi yang ditimbulkan bukan alamiah. Alat kelamin yang dibungkus daun itu menjadi bengkak seperti tersengat lebah.
"Itu bengkak seperti tersengat tawon gitu," kata Boyke.
Apakah itu berbahaya? "Itu bahaya banget soalnya banyak yang terkena infeksi dan penisnya sampai bernanah," kata Boyke.
Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto mengatakan, seseorang calon taruna bisa gagal menjadi polisi hanya gara-gara dirinya memperbesar alat kelaminnya.
Bekto pun berpesan kepada seluruh Bupati/Walikota di Papua, untuk memperhatikan hal tersebut. Dia menekankan faktor kesehatan tetap menjadi pertimbangan utama yang tak bisa ditawar untuk menjadi anggota Polri. (ken/lh)











































