Pasca Kerusuhan, WN India Ramai-ramai Tinggalkan Batam

Pasca Kerusuhan, WN India Ramai-ramai Tinggalkan Batam

- detikNews
Jumat, 23 Apr 2010 15:04 WIB
Batam - Pascakerusuhan di galangan kapal milik PT Drydock World di Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau, sejumlah warga India ramai-ramai meninggalkan Batam. Mereka merasa khawatir dengan  isu SARA yang merebak di Batam.

Informasi yang dihimpun detikcom, Jumat (23/04/2010) di sejumlah pelabuhan di Batam, sejak kemarin hingga hari ini banyak terlihat warga negara India  meninggalkan Batam dengan tujuan Singapura.

Di pelabuhan Internasional Sekupang, terlihat puluhan tenaga kerja India bersama keluarganya bersiap-siap menuju Singapura. Mereka tidak hanya pekerja di Group Naninda tempat kerusuhan tersebut. Tapi mereka yang pulang ke Singapura ini justru dari perusahaan lainnya yang ada di Batam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang warga India, Judas (30), mengaku mengajukan libur dengan adanya kasus tersebut. Dia juga mengaku mengajak teman-teman lainnya untuk sementara keluar dari Batam.

"Saya khawatir dengan adanya keributan tersebut. Walau saya bukan bekerja di sana, tapi saya takut kalau terjadi apa-apa dengan keluarga kami yang ada di Batam. Makanya kami mengajukan libur sementara," kata Judas yang bekerja di PT AA Tech Marin, perusahaan yang juga galangan kapal.

Warga India yang meninggalkan Batam, juga mengajak anak istri mereka. Data yang terhimpun sejak kemarin hingga hari ini, di pelabuhan Sekupang ada 38 warga India eksodus. Di pelabuhan Marina, ada 36 orang, pelabuhan Batam Centre ada 12 orang. Dan diperkirakan sejumlah pelabuhan lainnya juga masih banyak warga India lainnya yang keluar dari Batam.

Isu soal eksodus besar-besaran warga India dari Batam memang telah beredar sejak kemarin. Namun Humas Pemkot Batam, Yusfar Hendri, membantah hal tersebut.
(djo/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads