Tifatul mengaku sedikit kecewa karena Presiden SBY sengaja mengumpulkan jajaran pemerintah dan daerah di Istana Tampak Siring, Bali, 19-21 April 2010 lalu.
"Saya kira kemenangan Anggodo ini yang sedang mendominasi. Sehingga Rakernas tidak begitu terlihat" keluh Tifatul sambil tersenyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu menurut Tifatul, tak kalah heboh dan menyingkirkan perhatian masyarakat adalah kerusuhan di Koja. Tifatul menilai perhatian masyarakat terfokus ke Koja sehingga agenda pemerintah tidak begitu digubris.
"Kalau ada yang mengaburkan, Saya pikir ada Koja. Saya sudah bilang tolong tayangan sadisme jangan diulang-ulang, kan masih banyak hal positif yang juga bisa ditayangkan," paparnya.
Agenda pemerintah yang cukup besar sekelas Rakernas Tampak Siring, Nasional Summit beberapa waktu lalu juga ditenggelamkan isu cicak vs buaya. Waktu itu fokus pemberitaan juga lagi-lagi terkait Anggodo, Bibit dan Chandra.
"Waktu di Nasional Summit itu juga kalah dengan isu Bibit Chandra," keluhnya lagi.
Tifatul kemudian meminta stasiun TV agar menayangkan berita yang berimbang. "Yang imbang, jangan channel 1 bakar ban, channel 2 bakar ban, channel 3 mecahin kaca. Kayaknya kok semakin suram negeri ini," kritiknya.
(van/mok)










































