Inggris, Prancis & Austria Ingatkan Warganya Jauhi Bangkok

Krisis Thailand

Inggris, Prancis & Austria Ingatkan Warganya Jauhi Bangkok

- detikNews
Jumat, 23 Apr 2010 10:50 WIB
Inggris, Prancis & Austria Ingatkan Warganya Jauhi Bangkok
Bangkok - Krisis politik di Thailand kian memanas. Pemerintah negara-negara asing pun mengingatkan warga negara mereka untuk menjauh dari aksi demonstrasi di Bangkok.Β  Inggris, Prancis dan Austria termasuk di antara negara-negara yang mengeluarkan peringatan tersebut.

Pemerintah Inggris mengingatkan seluruh warga negaranya untuk tidak melakukan kunjungan, kecuali mendesak, ke Bangkok dikarenakan situasi yang semakin rawan di jalan-jalan.

"Imbauan ini menggambarkan kekhawatiran kami akan keselamatan warga negara Inggris yang merencanakan bepergian ke Bangkok, mengingat risiko bahwa kekerasan bisa muncul tanpa peringatan selama krisis politik yang semakin mudah menguap," demikian pernyataan Kantor Luar Negeri Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Situasi berubah setiap hari dan kami menyarankan warga negara Inggris yang tinggal di Thailand atau bepergian ke negeri itu untuk memeriksa imbauan perjalanan di situs Kantor Luar Negeri secara teratur untuk detail perkembangan lebih jauh," imbuh Kantor Luar Negeri Inggris seperti dilansir AFP, Jumat (23/4/2010).

Imbauan senada disampaikan pemerintah Prancis. "Kami mengimbau rekan-rekan senegara kami untuk menerapkan kewaspadaan tinggi dan khususnya tidak pergi ke tempat-tempat di mana terdapat pengumpulan massa," demikian statemen juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Bernard Valero.

Valero mengkhawatirkan peringatan tegas yang disampaikan juru bicara militer Thai Sunsern Kaewkumnerd bahwa kekerasan bisa digunakan terhadap para demonstran 'Red Shirt' di Bangkok.

"Kami mengulang seruan kami untuk otoritas dan demonstran agar bertindak secara bertanggung jawab.

Kementerian Luar Negeri Austria juga mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga negaranya. Warga Austria diimbau untuk tidak melakukan kunjungan yang tidak perlu ke Bangkok mengingat tingginya risiko keamanan untuk wilayah Bangkok.

Serangkaian ledakan granat terjadi di Bangkok pada Kamis, 22 April malam waktu setempat. Akibatnya tiga orang tewas dan lebih dari 70 orang lainnya terluka. Otoritas Thai mengklaim granat-granat tersebut dilemparkan dari area yang dikuasai demonstran 'Red Shirt'. Namun pemimpin-pemimpin demonstran membantahnya.

(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads