Rencana itu disampaikan Humas Otorita Batam Joko Wiwoho saat dihubungi detikcom, Kamis (23/4/2010).
Namun, menurut Joko, sejak terjadinya bentrok pada Kamis (22/4), manajemen perusahaan pembuatan kapal terbesar di Batam itu sangat sulit dihubungi. Sampai pagi ini, ia beberapa kali menelepon top manager Drydocks, namun selalu gagal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berkoordinasi dengan dinas tenaga kerja untuk mengevaluasi kembali jumlah tenaga asing di kapal tersebut," ujarnya.
(irw/nrl)










































