Tentu saja kelompok demonstran pendukung mantan PM Thaksin Sinawatra, yang telah hampir 7 minggu turun ke jalan tersebut, menolak tudingan itu. Demikian seperti dikutip dari reuters, Jumat (23/4/2010).
Buntut dari ledakan granat jenis M-79 di Charoen Pokphand Group, jantung bisnis di Bangkok ini, massa pro dan antipemerintah terlibat bentrok. Mereka saling melemparkan batu serta botol-botol kaca.
Polisi antihuru-hara pun berupaya untuk meredam baku hantam tersebut. Media setempat melaporkan, sebanyak lima orang ditahan, namun kemudian dibebaskan kembali.
Travel Warning
Pemerintah Inggris memperingatkan agar warganya tidak bepergian ke Bangkok, kecuali perjalanan yang sangat penting, setelah terjadinya ledakan itu.
"Ini mencerminkan kepedulian kami terhadap keselamatan warga negara Inggris yang berencana untuk bepergian ke Bangkok. Kekerasan di Bangkok bisa muncul tanpa adanya peringatan terlebih dahulu," kata seorang pejabat kementerian luar negeri Inggris.
Namun, ia mengatakan, peringatan itu tidak berlaku untuk penumpang pesawat terbang asal Inggris yang transit di Bangkok dengan tujuan Thailand atau negara lainnya.
(irw/lia)











































