Pantauan detikcom, pintu gerbang masuk ke kawasan industri kapal di hamparan lebih 20 hektar ini terlihat sepi. Tidak ada aktivitas apapun di sana, kecuali aparat kepolisian yang berjaga-jaga di depan pintu utama.
Pagar kawat berduri melintang di pindu gerbang itu. Padahal biasanya, malam hari pun perusahaan asing ini tetap beraktivitas. Namun, pasca kerusuhan pabrik industri kapal yang menampung lebih dari 12 ribu pekerja ini terlihat sepi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria lajang asal Jambi ini mengaku tidak mengetahui terjadinya kerusuhan di perusahaan tersebut. Ini karena jadwal masuk kerja pada malam hari.
"Saya memang dapat kabar kalau terjadi rusuh, tapi saya pikir malam ini tetap kerja. Tapi rupanya perusahaan tutup malam ini," kata Dranius.
Samsul, teman satu kerja Dranius, menyebut, biasanya malam ini perusahaan galangan kapal ini terlihat ramai. Ini karena banyaknya karyawan yang malam hari masih tetap bekerja.
"Malam ini sepi, tak ada yang kerja. Tapi kami sendiri tidak mendapat pemberitahuan resmi dari pihak perusahaan kalau malam ini tidak kerja," kata Samsul. (cha/irw)











































