Aka Bisa Ganti Program di STPI, Teeza Jadi Pengajar di Kelas

Pesawat vs Motor di Curug

Aka Bisa Ganti Program di STPI, Teeza Jadi Pengajar di Kelas

- detikNews
Kamis, 22 Apr 2010 17:33 WIB
Aka Bisa Ganti Program di STPI, Teeza Jadi Pengajar di Kelas
Jakarta - Menjadi pilot adalah cita-cita Supaska Afdillah (Aka) dan Teeza Ariaputra. Namun impian keduanya terempas bersama hancurnya pesawat TB 10 yang menabrak pengendara motor di runway Bandara Budiarto, Curug, Tangerang.

Aka adalah taruna semester ketiga angkatan 62 Bravo Sekolah Tinggi Pilot Indonesia (STPI). Dia kini terbaring koma di RS Siloam, Karawaci, akibat tabrakan maut pada Senin 19 April itu. Aka mengalami luka parah di wajah, mata dan kepala.

Di RS yang sama, terbaring instrukstur terbang Aka, Teeza Ariaputra. Kaki kanannya diamputasi. Siswa dan guru ini belum sadarkan diri sejak kecelakaan terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teeza adalah PNS dengan pangkat pengatur muda tingkat 1 golongan II B. Usianya baru 27 tahun.

"Paskah (latihan terbang) pre-solo, jadi terbang bersama instruktur," kata Kepala STPI Darwis Amini kepada detikcom, Kamis (22/4/2010).

Darwis menegaskan meski keduanya mengalami trauma yang cukup parah, pihak STPI masih akan menerima mereka untuk berkarier. Teeza yang kesehariannya menjadi instruktur terbang, bila sudah sembuh bisa mengajar teori penerbangan kepada para taruna.
 
"Paskah bisa ambil program studi lain seperti lalu lintas udara dan lainnya," ujarnya. Darwis berharap keduanya segera pulih dan kembali beraktivitas.

STPI terus memantau kondisi Paskah dan Teeza.  STPI juga memberikan asuransi bagi seluruh taruna dan instrukturnya.

"Semuanya ditanggung. Kita juga ada dokter sendiri yang selalu gantian menjaga mereka," jelas Darwis.

Darwis menuturkan, agar peristiwa yang menimpa Aka-Teeza tidak terulang lagi, pihaknya berkoordinasi setiap hari dengan kepala Bandara Budiarto. Koordinasi terkait perbaikan pagar kawat pembatas bandara yang sering dipotong warga sekitar.

Aka dan Teeza mengalami kecelakaan saat hendak landing di Bandara Budiarto pada Senin 19 April pagi.

Saat itu, Yopie Hermawan dan Azzumar, melintasi runway bandara dengan motor. Sayap pesawat menyabet keduanya, lalu pesawat oleng dan jatuh. Yopie dan Azzumar meninggal dunia, sedangkan Aka dan Teeza tak sadarkan hingga kini. (gus/nrl)


Berita Terkait