"Dia sangat menyesal, tadi pas saya berkunjung ke sana (rumah Sandra), dia menangis," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Seto Mulyadi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (22/4/2010).
Pria yang akrab disapa Kak Seto itu mengatakan, meski Sandra mengaku menyesal, apa yang dilakukan Sandra terhadap Azrille tetap diproses secara hukum. Hanya saja, Sandra tidak ditahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kak Seto, Sandra tega menyeterika anaknya karena emosi. Sandra bingung dan stres karena telah ditinggal suaminya selama dua bulan.
"Ibunya emosi, bingung karena ditinggal suami, tiba-tiba marah waktu dengar Azrielle tidak menjaga adiknya. Langsung saja setrikaan ditempelkan ke dada dan tangan anaknya," kata Kak Seto.
Peristiwa itu terjadi Selasa (20/4) di rumah kontrakan sederhana Sandra di Jalan Anugerah I, Gang Haji Jalih, Bekasi. Peristiwa ini terungkap saat tetangganya melihat luka bakar di lengan Azrille, bocah lelaki kurus yang telah putus sekolah ini. Tetangga lalu melapor ke Ketua RT yang akhirnya berlanjut ke polisi.
(ken/nrl)











































