Warga Gunting Pagar Bandara, Timbun Parit, Hingga Todongkan Golok

Pesawat vs Motor di Curug

Warga Gunting Pagar Bandara, Timbun Parit, Hingga Todongkan Golok

- detikNews
Kamis, 22 Apr 2010 10:55 WIB
Warga Gunting Pagar Bandara, Timbun Parit, Hingga Todongkan Golok
Jakarta - Insiden pesawat terbang vs motor di runway Bandara Budiarto, Curug, Tangerang, memicu keprihatinan atas sistem keamanan di bandara. Pihak Kemenhub selaku pengelola bandara telah berusaha membangun sistem keamanan bandara, namun tampaknya kurang didukung warga sekitar.

"Memang kulturnya penduduk di situ. Itu terjadi sudah puluhan tahun. Dulu sudah pernah dipasang pagar, cukup lama. Tapi diguntingi kawatnya, digulung," ujar Kepala Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan ketika dihubungi detikcom, Kamis (22/4/2010).

Selain itu parit yang pernah dibuat untuk membatasi area pemukiman dengan bandara ditimbun warga dengan tanah agar bisa dilewati. Petugas keamanan bandara yang berjaga di perbatasan juga sering ditodong golok oleh warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan laporan yang diperoleh dari aparat petugas bandara, memang sering ditodong golok oleh warga," ujarnya.

Maklum, jalan pintas ke tengah runway bandara merupakan jalan terpendek antara 5 desa menuju Pasar Curug. "Karena jalan memutarnya jauh, lewat Legok," imbuh Bambang.

Kecelakaan pesawat vs motor terjadi pada Senin 19 April pagi. Saat itu pesawat latih Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) yang dipiloti Supaska Afdilla dengan instruktur terbang Teeza Ariaputra (23) hendak landing. Tiba-tiba saja melintas sepeda motor yang ditumpangi Yopie Hermawan dan Azzumar. Sayap pesawat menyabet biker, oleng, lalu jatuh. 

Yopie dan Azzumar tewas, sedangkan Supaska dan Teeza, luka berat. Bahkan kaki kanan Teeza harus diamputasi. Keduanya dirawat di RS Siloam, Karawaci, Tangerang.
(nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini