"Di tengah pergumulan menjelang Kongres Partai Demokrat 21-23 Mei 2010 di Bandung, riak-riak dan benih ancaman eksternal dan anasir perusak mulai muncul seperti berbau sektarianisme, primordialisme, dan pragmatisme," kata Munawar dalam rilis yang diterima detikcom Rabu (21/4/2010)
Menurut mantan Sekjen KNPI ini, Partai Demokrat sejak awal berhaluan nasionalis-religius. Namun di tengah persaingan antar kandidat ketum PD, berkembang isu dan tarik-menarik yang akan membelokkan arah dan khittah PD yang ingin menjadi partai tengah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Munawar juga meminta peserta Kongres PD waspada atas upaya ‘penghijaun’ di PD. Sebab, selama ini warna PD adalah biru. Selain itu, PD tidak mengenal basis berdasarkan etnik, agama maupun aliran kepercayaan tertentu.
"PD harus dijaga dan diselamatkan agar tidak terjebak dalam isu sempit yang akan mengkerdilkan PD itu sendiri. PD akan terus berjaya sebagai kekuatan partai tengah dengan basis partai berhaluan nasionalis religius," imbuhnya.
Terkait kampanye Andi yang berasal dari luar jawa, Munawar meminta peserta kongres tidak terjebak dalam isu primordialisme. Upaya membenturkan antar kandidat dengan nuansa suku dan etnik yang didasari intrik Jawa-luar Jawa dan asal bukan suku tertentu, akan merusak suasana demokratisasi di PD.
"Padahal, kemenangan PD di Pileg dan Pilpres, membuktikan dalam tren politik Indonesia, isu primordialisme sudah nggak laku lagi," imbuhnya.
Selain isu di atas, Munawar juga meminta peserta Kongres juga mewaspadai kampanye pragmatisme dan tudingan money politic. Sebab, isu-isu di atas akan menjadi ancaman serius jika tidak segera diatasi.
"Sebab, masih adanya beberapa pihak yang menyimpan rasa dendam politik dan barisan sakit hati yang menginginkan PD terpecah belah dan karam. Semua pihak di internal PD, saatnya kembali merapatkan barisan," paparnya.
Mantan Sekjen GP Ansor ini juga meminta peserta Kongres mampu menangkal segala bentuk anasir yang akan merusak PD. Apalagi mulai terendus gelagat anasir eksternal yang merasuki proses Kongres PD dengan menghalalkan segala cara agar partai ini mengalami kehancuran.
"Disinyalir ada yang menunggangi kandidat tertentu dengan motif dan semangat sektarianisme dan primordialisme," pungkas Munawar tanpa menyebut nama kandidat yang dimaksud.
(yid/fay)











































