"Kini para perempuan bisa berjuang, tak perlu pakai senjata. Kita bisa berjuang melalui pendidikan, sehingga kesetaraan gender sebagai perjuangan Ibu Kartini bisa dicapai," kata Wakil Ketua MPR Melani Leimena di ruang rapat Fraksi Demokrat, Senayan, Jakarta, Rabu (21/4/2010).
Seperti halnya Melani, politisi Demokrat lain, Timo Pangerang juga sependapat dengan Melani. "Kalau dulu Kartini bisa sekolah, hingga saat ini pun angka pendidikan untuk perempuan terus meningkat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini, UU, Perda yang membatasi hak-hak perempuan masih banyak. Kartini Demokrat hingga saat ini masih terus berjuang," kata Angie.
Angie menyoroti anggaran untuk perempuan di DPR dan lembaga-lembaga lain saat ini masih kecil. Oleh karenanya, menurut mantan Puteri Indonesia ini, politik anggaran yang mendukung perempuan harus didorong supaya terlaksana.
"Kita juga harus tekan APBN didasari budget yang pro gender," imbuhnya.
Saat ditanya sumbangsih konkret Partai Demokrat dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, para Kartini Demokrat ini belum bisa memberi jawaban yang konkret. Angelina Sondakh menjawab, usulan-usulan konkret Kartini Demokrat telah dimasukkan dalam rapat-rapat komisi.
Angie menambahkan, untuk mewujudkan kesetaraan gender di DPR, sebenarnya tidak sulit. Dia meminta agar para lelaki mau berbagi. Dia juga mengusulkan agar ada semacam penitipan anak serta tempat khusus menyusui untuk anggota Dewan dan para wanita lain yang bukan anggota Dewan.
"Marilah kita juga pahami tugas-tugas kita masing-masing," pungkasnya.
(anw/yid)










































