"Memang kita mendapat laporan. Tapi, biarkan saja mereka pakai cara seperti itu (intimidasi), itu justru tidak menarik simpati. Mungkin mereka kurang percaya diri sehingga melakukan hal itu," kata Mubarok kepada detikcom, Rabu (21/4/2010).
Menurut pria yang menjabat Wakil Ketua Umum DPP PD ini, dukungan terhadap Anas tidak akan berubah walau ditekan dan diintimidasi oleh tim kandidat lain. Sebab, Anas menawarkan program dan komitmen pembangunan partai sehat dan berwibawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mubarok bahkan meminta kepada DPC dan DPD yang mendapat tekanan dari tim sukses calon tertentu untuk tidak melawan. Namun, justru membuktikan perlawanannya saat Kongres dan pemilihan ketua umum.
"Biarkan saja, ada orang yang telepon. Itu boleh-boleh saja. Kita sampaikan kepada DPC dan DPD, fleksibel saja menghadapi mereka. Nggak usah menentang, nggak usah bantah. Karena kuncinya bukan sekarang, tapi nanti ketika pemilihan," paparnya.
Mubarok akan tetap meminta tim Anas tetap menjaga etika dan bersikap santun dalam meraup dukungan. Sebab, cara seperti itulah yang diajarkan dan dicontohkan oleh SBY.
"Kita menganjurkan berpolitik secara dewasa, kita tidak minta tanda tangan dukungan, apalagi menekan. Kami ini mengalah untuk menang. Kita akan tetap menggunakan cara yang soft power, bukan hard power," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, dalam konsolidasi di Jawa Timur dan Bali, tim Andi Mallarangeng meminta dukungan DPC secara tertulis dengan membubuhkan tanda tangan. Bahkan beberapa DPC yang tidak hadir atau berhalangan, ditelepon agar juga memilih Andi dalam Kongres PD mendatang.
(yid/fay)











































