Korban tindak kekerasan itu adalah Eka (25) perawat di rumah sakit plat merah di Dumai. "Kasus ini tengah kita tangani untuk ditindaklanjuti. Kita sudah meminta keterangan dua orang saksi dari pihak rumah sakit. Korban juga sudah kita visum," kata Kasat Reskrim Polresta Dumai, AKP Hariwiyawan saat dihubungi wartawan, Rabu (21/04/2010).
Informasi yang dihimpun, penamparan ini dilakukan pada Minggu (18/04/2010) malam. Ketika itu Eka bersama tiga orang rekannya tengah piket malam di ruang VIP. Eko yang juga Ketua DPC Demokrat Dumai itu, malam itu datang membawa ibunya untuk berobat.
Anggota dewan ini meminta disediakan ruangan VIP untuk ibunya. Namun perawat menjelaskan bahwa ruangan yang diminta tersebut telah penuh. Namun keterangan para parawat ini tidak bisa diterima Eko.
Eko malam itu masih terus memaksa agar diberikan ruangan VIP. Namun Eka selaku perawat jaga malam menjelaskan, masih ada satu kamar yang tersisa. Hanya saja kamar tersebut juga sudah dibooking oleh pemesannya.
Atas keterangan itu, Eko semakin emosi. Dia menyebutkan bahwa dirinya anggota dewan dan sanggup untuk membayar ruangan VIP. Namun meski Eko mengaku anggota dewan, namun Eka tetap tidak bisa memenuhi keinginannya.
Sikap tegas Eka ini akhirnya membuat Eko emosi. Dia kemudian menampar pipi perawat tersebut. Eka pun menangis dan melaporkan penganiayaan itu kepada suaminya.
(cha/djo)











































