Satpol PP Jakut mengenakan baju koko dan baju bebas saat apel siaga di kantor Walikota Jakarta Utara. Padahal, anggota Satpol PP sudah diwajibkan mengenakan baju seragam.
"Kita mengharapkan anggota Satpol PP sudah mulai bekerja dan menggunakan seragam. Tetapi ternyata ketika apel di walikota (Jakarta Utara) masih banyak anggota Satpol PP yang menggunakan baju sipil, baju bebas, mereka pakai baju koko," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Masyarakat Satpol PP DKI Jakarta, Heru Joko Santoso, kepada detikcom, Rabu (22/4/2010).
Saat dikonfirmasi, anggota Satpol PP Jakut mengaku masih trauma dan takut memakai seragam. "Ya, kita tidak bisa apa-apa," ujar Heru.
Meski demikian, Heru mengatakan pelayanan yang diberikan Satpol PP Jakut kepada masyarakat masih berlangsung. "Tetapi kondisi seadanya. Ada yang pakai baju seragam, ada juga yang pakai baju koko," kata Heru.
Heru menegaskan pihaknya bisa memahami kondisi tersebut. "Kami cukup memahami kondisi kemarin membuat mereka trauma," cetusnya.
Untuk itu, lanjut Heru, perlu adanya bimbingan psikologi dan siraman rohani lagi bagi anggota Satpol PP yang trauma menyusul bentrokan berdarah pada 14 April lalu.
(aan/nrl)











































