"Nanti dilihat, apakah sebagai deteksi dini, atau memanfaatkan kapal nelayan untuk menyebar ranjau di laut," ujar KSAL Laksamana TNI Agus Suhartono.
Hal itu disampaikan Agus dalam jumpa pers Forum Strategi TNI AL di Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (21/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Antara di Sumatera Utara dengan di Ambon, pemanfaatannya pasti beda," jelas Agus.
Selain membahas masalah komponen cadangan, Forum Strategi TNI AL membahas juga rencana pertahanan di laut, logistik, dan personel TNI AL.
"Pembahasan konsep strategi dan perencanaan kekuatan TNI AL tahun 2010 hingga 2014 yang selaras dengan minimum essential force atau MEF," terangnya.
(rdf/irw)











































