Aksi yang tergabung dalam Alainsi Perempuan UNY Peduli Moral Bangsa tersebut digelar di Kampus UNY di Karangmalang, Yogyakarta, Rabu (21/4/2010). Selain menggelar orasi, massa juga berkeliling di berbagai fakultas di kampus tersebut.
Seperti halnya aksi lainnya, massa yang semuanya adalah mahasiswi itu juga membawa berbagai poster. Beberapa poster di antaranya bertuliskan 'kami perempuan Indonesia siap bergerak, wanita Indonesia spirit berkarya'. Selama menggelar
aksi mereka juga meneriakkan yel-yel 'hidup perempuan Indonesia.'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu peserta aksi, Yollanda Vusvitasari dalam orasinya menyatakan pihaknya menyatakan prihatin masih sering terjadi kasus yang melibatkan kaum perempuan. Banyak kaum perempuan yang menjadi korban pelecehan, kekerasan, perdagangan perempuan maupun eksploitasi tenaga kerja.
Menurut dia, problem terbesar kaum perempuan Indonesia adalah masih banyak di antara mereka yang hanya mengenyam pendidikan rendah. Dengan demikian keilimuan yang mereka miliki tidak mampu menyelesaikan masalah yang muncul di sekitar mereka.
"Masalah pendidikan bagi perempuan harus dibenahi. Semangat Kartini untuk terus belajar patut di tiru dan bisa menjadi inspirasi kita," ungkap dia.
Yollanda menegaskan pihaknya menolak diskriminasi terhadap kaum perempaun. Perempuan harus bisa sejajar haknya dengan kaum laki-laki di berbagai hal.
"Perempuan harus berani melawan segala bentuk penindasan yang membuat perempuan tidak mulia. Pornoaksi dan pornografi yang melibatkan kaum perempuan juga harus diberantas," pungkas dia.
(djo/djo)











































