"Kalau kita ingin besar dan bangkit kembali, kita harus membenahi dari internal. Jangan sampai citra partai semakin terpuruk akibat pemimpin partai terseret kasus hukum," kata Jamaludin kepada detikcom, Rabu (21/4/2010).
Menurut mantan ketua fraksi PBB DPR ini, penyegaran kepemimpinan di partainya mutlak diperlukan. Sebab, tanpa itu keberadaan PBB akan semakin terpuruk pada titik nadir. Apalagi jika ketua umumnya tersangkut masalah hukum.
"Kita ini kan partai Islam, kita harus menjaga betul wibawa itu. Jangan sampai partai Islam tapi pemimpinnya tidak memberi contoh yang baik," paparnya.
Jamaludin mengakui, memang butuh biaya besar untuk menggalang dukungan cabang dalam setiap muktamar partai, apapun partai itu. Namun, dalam konteks PBB, dia berharap para pengurus cabang PBB bisa menggunakan hati nuraninya untuk memilih pemimpin barunya.
"Ini kan muktamar pertaruhan kita, saya berharap pengurus DPC pakai hati nurani dalam memilih. Sebab, jika dalam muktamar ini kita gagal memilih pemimpin yang tepat, optimisme kita runtuh," paparnya.
Meski tidak menyebut nama, besar kemungkinan maksud dari pernyataan Jamaludin adalah posisi MS Ka'ban yang juga menjadi calon ketua umum PBB. Sebab, Ka'ban diduga terlibat dalam beberapa kasus hukum baik yang ditangani KPK ataupun Kejaksaan.
Sebelumnya diberitakan, muktamar III Partai Bulan Bintang (PBB) akan digelar di Hotel Tiara, Medan 23-26 April ini. Muktamar kali ini akan diikuti oleh 488 DPC PBB yang tersebar di seluruh Indonesia.
3 orang kandidat sudah menyatakan kesiapannya untuk bertarung memperebutkan kursi ketua umum PBB. 3 orang itu adalah MS Ka'ban, Jamaludin Karim dan Ali Muchtar Ngabalin.
(yid/fay)











































