Calon Ketua Umum PBB Jamaludin Karim menilai, muktamar ke-3 ini akan menjadi pertaruhan bagi partai berlambang bulan dan bintang ini menjaga eksistensinya. Jika peserta muktamar (muktamirin) gagal memilih pemimpin yang pas dan tepat, PBB tidak akan bisa beranjak dari keterpurukannya.
"Selama 10 terakhir, PBB tidak melakukan kaderisasi dan penataan partai yang sehat. Karena itu, sekaranglah saatnya. Ini pertarungan antara kubu perubahan dan kubu incumbent," kata Jamaludin kepada detikcom, Rabu (21/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berharap Pak Ka'ban bisa melakukan regenerasi. Kalau tetap maju, nanti tidak ada perubahan. Sementara, tuntutan partai ke depan semakin kompleks, termasuk butuh figur baru yang bersih untuk mengembalikan kepercayaan publik," terang mantan Ketua Fraksi PBB di DPR ini.
Saat ditanya soal peluangnya menjadi ketua umum, Jamaludin merendahkan diri. Dia tidak menyebut angka dukungan, tetapi dia menjamin komunikasinya dengan para pemilik suara sudah berjalan efektif dan rutin .
"Ya pokoknya, saya sudah komunikasi dan konsolidasi dengan para pengurus dari Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Kita lihat saja nanti. Yang pasti semua sudah kita lakukan," terangnya.
Untuk diketahui, muktamar PBB ke 3 kali ini akan diikuti oleh 488 DPC PBB yang tersebar di seluruh Indonesia. 488 DPC ini akan diperebutkan oleh 3 kandidat yang selama ini sudah menyatakan kesiapannya untuk bertarung memperebutkan kursi ketua umum PBB.
3 orang itu adalah MS Ka'ban, Jamaludin Karim dan Ali Muchtar Ngabalin. Sementara, Yusril Ihza Mahendara yang merupakan mantan Ketua Umum PBB menginginkan adanya perubahan dan regenerasi di tubuh PBB. Termasuk posisinya yang saat ini menjadi Ketua Dewan Syuro PBB.
"Saya melihat semuanya menginginkan perubahan, termasuk Pak Yusril. Jadi kubu perubahan itu ada di Saya dan Ngabali, sementara kubu status quo itu ya Pak Ka'ban dan Sahar L Hasan (Sekjen)," paparnya.
Saat ditanya sikapnya jika terpilih sebagai ketua umum, Jamaludin berjanji akan memberikan posisi terhormat kepada Ka'ban.
"Kalau saya jadi ketua umum, saya akan minta Pak Ka'ban menjadi ketua dewan syuro dengan kewenangan yang diperluas. Dan saya akan meminta Pak Yusril menjadi ketua dewan penasehat, semacam Mustasyar di NU," pungkasnya.
(yid/fay)










































