Benahi Mental, Satpol PP akan Ditangani Psikolog

Benahi Mental, Satpol PP akan Ditangani Psikolog

- detikNews
Rabu, 21 Apr 2010 09:45 WIB
Benahi Mental, Satpol PP akan Ditangani Psikolog
Jakarta - Setiap anggota Satpol PP akan mendapat pembinaan mental dan rohani. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah jatuhnya mental mereka usai bentrokan berdarah di Koja, Jakarta Utara.

"Kita akan panggil psikolog, kita juga memberikan siraman rohani oleh ahli," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Masyarakat Satpol PP Pemprov DKI Jakarta, Heru Joko Santoso usai memberikan arahan di Parkir Timur Monas, Jakarta Pusat, Rabu (21/4/2010).

Heru mengakui, buntut dari peristiwa di Koja telah membuat kinerja Satpol PP menurun. Meski begitu, pengamanan terhadap objek-objek vital masih akan tetap berjalan meski tidak dilakukan oleh Satpol PP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengamanan objek-objek vital seperti Senen, Tanah Abang, Monas untuk sementara kita serahkan dulu kepada Lurah dan Camat setempat. Mental anggota kita masih banyak yang down," imbuhnya.

Heru tidak setuju jika ada anggapan pihaknya lebih mendahulukan kekerasan dalam menertibkan aturan. Kekerasan yang kerap terjadi, lanjut Heru, lebih karena tidak ada titik temu di antara kedua belah pihak.

"Sebelum kita melakukan penertiban, kita selalu melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Tapi terkadang mereka (warga) membandel, dan ketika ditertibkan, kadang mereka melawan," keluhnya.

Heru membantah jika ada yang menyebut ratusan anggota Satpol PP belum jelas keberadaannya. "Itu tidak benar, itu kabar yang sama sekali tidak benar. Itu kabar tidak ada dasarnya, semua anggota Satpol PP sudah kembali, kita sudah cek," tegas Heru.

Jumlah anggota Satpol PP di Jakarta saat ini mencapai 7.200 orang. Jumlah itu tersebar di 5 wilayah Jakarta termasuk Kepulauan Seribu. Terkait bentrokan, Satpol PP juga akan menggelar investigasi internal.

"Kita sedang mengumpulkan bahan-bahan terkait kejadian kemarin dari para anggota. Anggota yang punya bukti foto diharap menyerahkan ke kami, nanti akan kami ganti uang cetaknya untuk bukti," pungkasnya.
(mok/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads