"Saya hanya memisahkan pertengkaran anak saya dengan Febri. Tetapi justru saya didorong, dicakar. Kemudian saya diadukan ke polisi sama Febri," kata Marsiah di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jl Rambai No 1, Selasa (20/4/2010).
Puncak pertengkaran tersebut bermula dari ketidakharmonisan keluarga Yuswati dan suaminya, Sugeng (31). Keduanya sering terlibat adu mulut. Kadangkala, caci maki dan amarah sering meledak-ledak. Padahal, pernikahan Yuswati-Sugeng sudah terbilang lama dan dikaruniai satu anak, Farel Ikram Antasena (2).  Â
"Anak saya dan suaminya (menantu-red) sudah lama tidak akur. Sering bertengkar. Menantu saya ingin cucu saya dibawa olehnya, cerai," imbuh Marsiah.
Perselisihan suami-istri tersebut akhirnya membuncah pertengahan November tahun lalu. Dengan alasan yang tidak disebutkan, sang suami marah-marah dan mengusir Yuswati bersama Marsiah yang tinggal di keluarga pas-pasan itu. Tetapi Marsiah dan Yuswati bertahan, sementara Sugeng memilih menyingkir ke rumah orang tuanya dengan membawa anak semata wayang, Farel.
"Setelah itu, adiknya Sugeng, si Febri kembali ke rumah. Mau ambil baju-baju menantu saya. Saya tegur karena masuk tanpa permisi. Dia marah. Kita bertengkar cakar-cakaran, jambak-jambakan," ungkapnya.
Akhirnya, pertikaian ketiga selesai setelah sama-sama letih. Febri pulang, sementara Marsiah dan Yuswati tetap tinggal dirumahnya, di Jl Ayu Gg F, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Usai peristiwa itu, Marsiah menganggap kasus ditutup. Tetapi tidak bagi Febri. Terbukti, Febri yang tampaknya masih dendam mempolisikan Marsiah dan Yuswati sehari setelah adegan cakar-cakaran. Kepada polisi, Febri mengaku dianiaya oleh keduanya. Polisi pun memproses kasus tersebut hingga dilimpahkan ke kejaksaan hari ini.
"Saya tidak bersalah. Mudah-mudahan cepat selesai," harap Marsiah. (Ari/mok)











































