Laode Ida: Kemelut PBNU Akibat Intervensi Kekuasaan

Laode Ida: Kemelut PBNU Akibat Intervensi Kekuasaan

- detikNews
Selasa, 20 Apr 2010 23:29 WIB
Jakarta - Pengamat dan pakar masalah NU, Laode Ida mengatakan kemelut yang terjadi
dalam penyusunan pengurus PBNU periode 2010-2015 karena ada penyusupan dan
intervensi pihak kekuasaan dalam proses penyusunan demi kepentingannya.

Ia mencontohkan, masuknya Wakabin H As'ad Said Ali, adalah salah satu bukti
masuknya kepentingan kekuasaan. "Apalagi orang intelijen itu masuk dan menempati posisi strategis," ujar Laode di Jakarta, Selasa (20/4/2010).

Akibat desakan pihak kekuasaan tersebut, ujar Laode Ida yang kini menjabat Wakil Ketua DPD, tim formatur kurang memperhatikan soal kaderisasi. "Kader yang jelas tidak terpakai, menempati posisi strategis untuk mengendalikan NU," tegas Laode.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditegaskan, NU adalah organisasi besar yang independen dan bisa mengkhawatirkan bagi kepentingan kekuasaan, karena bisa berlaku kritis terhadap seluruh kebijakan yang dikeluarkan. Wajar untuk kepentinganya, pihak kekuasaan melakukan penyusupan.

"Jadi polemik ini karena posisi NU banyak disusupi dan diintervensi," tegasnya.

Sejak masa Orde Baru, menurut Laode, upaya intervensi itu dilakukan. Namun
selalu gagal karena kekuatan dan kegigihan almarhum Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid.

"Muktamar Cipasung, kekuasan gagal mengintervensi. Baru sekarang terjadi intervensi yang cukup kuat dan berhasil memasukkan orang-orangnya di kepengurusan. Jadi yang terjadi sekarang akibat intervensi," paparnya.

Masuknya As'ad, lanjut Laode, adalah paling fatal, orang yang bergerak di intelijen menempati posisi strategis. "Posisi kadernya msih diragukan juga kan, pokoknya dia orang NU duduk di wakil ketua umum. Ormas besar itu bisa dikendalikan oleh kekusaan, dan NU sudah diinjak-injak martabatnya serta tidak akan kritis lagi pada kekuasaan," katanya.

(zal/mok)


Berita Terkait