Akibat ancaman demo tersebut, bertambah banyak kantor-kantor yang tutup sementara. Bahkan setidaknya satu hotel juga memilih tutup.
Para pemimpin demonstran 'red shirt' mencetuskan, mereka akan melakukan demonstrasi 'penting' hari ini. Namun tidak disebutkan rencana spesifik mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi demonstrasi massal ini telah melumpuhkan industri pariwisata Thailand.
"Semua hotel dalam keadaan buruk karena tak ada turis yang datang ke negeri ini," kata Prakit Chinamourphong, presiden Asosiasi Hotel Thai seperti dikutip surat kabar Thailand, The Nation.
Pada 10 April lalu, terjadi bentrok berdarah antara pasukan keamanan Thailand dan para demonstran. Sebanyak 25 orang tewas dan lebih dari 800 orang terluka dalam peristiwa maut itu.
(ita/ita)











































