"Seharusnya malah kendaraan yang sudah tua dan tidak dirawat dengan baik itu yang tidak disubsidi. Efisiensi bahan bakar! Kemudian untuk kendaraan berkapasitas silinder besar, tingkatkan pajaknya. Bukan dengan cara sosialis-komunis begini," kritik pembaca ber-ID Agus dalam fasilitas komentar pembaca detikfinance, Selasa (20/4/2010).
Kritik serupa disampaikan Kadek. "Apa tidak paham dengan kebijakan ini akan lebih bayak mobil tua di jalan dan konsumsi BBM lebih boros. Seharusnya, kalau sudah bayar pajak mahal, mobil lebih irit, harus lebih diberi apresiasi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pembaca menyarankan agar sistem transportasi dibenahi lebih dulu sebelum kebijakan itu diterapkan.
"Selama ini saya selalu naik angkutan umum, karena murah dan nggak pusing mikirin macetnya. Namun 1 tahun terakhir ini saya "bawa" mobil sendiri dikarenakan bus yang saya biasa pakai makin jarang dan penuh sesak! Sering saya harus menunggu lebih dari 1 jam sampai bisa dapat bus tersebut," tulis pembaca ber-ID fans-nya angkot.
"Tolong fasilitas mass transportation yang disediakan, bukan kebijakan-kebijakan superkonyol kayak gini," kritiknya.
(nrl/fay)










































