"Api cepat menyebar karena kebayakan rumah-rumah ini dibuat dari papan kayu yang bahannya mudah terbakar. Mobil kita juga tidak bisa sampai ke dalam karena gang sempit," kata Komandan Pemadam Kebakaran Penjaringan, Budi Suharto, di lokasi kejadian, Selasa (20/4/2010).
Menurut keterangan warga, api yang melanda pemukiman padat di kawasan seluas 6 ribu meter persegi itu diduga berasal dari ledakan sebuah tabung kompor gas ukuran 3 kg. Namun belum dapat dipastikan dari rumah milik siapa ledakan yang terjadi pada sekitar pukul 09.00 WIB tersebut berasal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasar pantauan detikcom, api mulai padam sekitar pukul 11.00 WIB. Warga yang sebagian besar terdiri dari para ibu dan anak balita, terlihat menangis sambil mencari-cari sisa harta benda mereka yang selamat dari kobaran api.
Barang yang berhasil diselamatkan kemudian dikumpulkan di sebuah tanah lapang tak jauh dari pemukiman. Tampak tumpukan pakaian, lemari, kasur, perabot rumah tangga, perlatan dapur, televisi, sepeda motor, gerobak bakso dan lain sebagainya bercampur di sana.
"Bapak-bapaknya lagi pada kerja, jadi lebih banyak ibu-ibu sekarang," jelas Budi. Hingga pukul 11.30 WIB, petugas pemadam masih membereskan peralatan.
(lh/nrl)











































