"Dua-duanya salah," kata pengamat penerbangan Alvin Lie saat berbincang dengan detikcom, Selasa (20/4/2010).
Mantan ketua Kaukus Penerbangan DPR ini mengatakan, pihak bandara bersalah karena telah membiarkan warga membobol pagar yang membatasi ruang publik dengan bandara. Sementara korban salah karena tidak memiliki kesadaran betapa bahayanya melintas di runway.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua pengendara motor yang tewas adalah Yopie Hermawan (16), seorang siswa SMK, dan Azumar (24) seorang karyawan minimarket. Sementara awak pesawat, Teza Ariaputra dan Supaska Abdilah, mengalami luka-luka serius sehingga harus dirawat intensif di rumah sakit.
Pesawat yang diterbangkan oleh Supaska, hendak landing di runway ketika motor yang dikendarai Azumar melintas. Sayap kanan pesawat menyenggol motor tersebut dan membuat pilot kehilangan kendali. Pesawat oleng dan keluar runway sejauh 100 meter. Pesawat rusak total.
Dephub menyatakan bahwa pagar pembatas bandara sering dibobol warga dengan tang guna mencari jalan alternatif yang lebih pendek. Sosialisasi sering dilakukan, namun tetap saja hal itu terus terulang.
(ken/nrl)











































