"Penghitungan ulang secara manual akan segera dimulai namun belum bisa dipastikan kapan akan selesai," ujar Ketua Pemilihan Umum Irak, Hamdiya al-Husseini seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/4/2010).
Pemilihan umum yang digelar 7 Maret 2010 lalu dimenangkan dengan selisih tipis oleh Iyad Allawi dari kubu Iraqiya, yang merupakan kelompok Sunni sekular. Namun mantan Perdana Menteri Nouri al-Maliki, yang memimpin aliansi kelompok Syiah, menuntut agar dilakukan penghitungan ulang suara di Baghdad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghitungan ulang itu diperintahkan oleh sebuah panel pengkaji hasil pemilihan umum dan akan mencakup 68 kursi dari total 325 kursi di parlemen Irak.
Dengan demikian ada kemungkinan penghitungan ulang akan mengubah hasil akhir pemilihan. Sebelumnya kelompok Allawi berhasil menguasai 91 kursi atau dua kursi lebih banyak dari aliansi yang dipimpin Maliki.
(her/anw)










































