"Oh enggak mas. Ini lagi jualan. Mumpung enggak ada Satpol PP. Tapi ya tetap harus pura-pura sedang piknik biar aman," kata Yanti saat disapa detikcom di taman Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/4/2010).
Selain Yanti yang berpura-pura menjadi turis untuk berdagang, banyak pula pedagang kaki lima (PKL) berjualan terang-terangan. Mereka leluasa bertransaksi di area dalam pagar Monas. Tidak ada rasa canggung dan terlihat seperti biasanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai semrawut nih. Pedagang mulai banyak, jalannya jadi susah," ucap Ica salah satu karyawan yang melintas di jembatan HI.
Menghilangnya Satpol PP dari Jakarta sangat terasa usai bentrok berdarah Tanjung Priok, Rabu pekan lalu. Seperti ada instruksi, anggota Satpol PP lenyap bak ditelan bumi. Yang biasanya rajin menjaga joki three in one, kini mereka tidak tampak.
Penjaga kawasan wisata Kota Tua juga tidak terlihat, menyebabkan asongan merebak dan dinding Kota Tua penuh coretan. Di pasar Jatinegara, pedagang mulai berani merambah lajur jalan untuk berdagang tanpa takut diangkut tramtib.
Sayangnya, Ketua Satpol PP DKI Jakarta atau yang di wilayah belum bisa dihubungi. Sehingga belum bisa dipastikan apakah lenyapnya Satpol PP karena ngambek, takut, mogok, atau alasan lain.
(Ari/lrn)











































