"Pagar tetap ada. Pagar kawat ram 2 meteran sepanjang itu, biasanya dipotong pakai tang. Selain pagar, ada parit-parit," ujar Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan.
Hal itu dikatakan Bambang kepada detikcom, Senin (19/4/2010).
Namun, selalu saja ada cara untuk menyeberangi parit-parit itu dengan papan. Karena di situ bisa dibuat jalan pintas daripada jalan memutar yang jauh. Sosialisasi pada warga juga sudah sering disampaikan.
"Sudah dikoordinasikan dengan pemerintah setempat, seperti kelurahan dan kecamatan. Dan bahkan besok sudah direncanakan untuk sosialisasi," jelas mantan atase perhubungan di Malaysia ini.
Di sepanjang pagar, memang tidak ada papan pemberitahuan tentang bahaya memotong pagar dan melintasi landasan. "Kalau dipagar, penduduk mestinya sudah tahu itu restricted area. Tapi itu (pemasangan papan peringatan) bisa menjadi masukan," lanjutnya.
Bandar Udara Budiarto dibangun tahun 1952 sebagai tempat latihan calon pilot, saat ini dipergunakan oleh Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI). Selain STPI, bandara ini juga digunakan Balai Kalibrasi dan fasilitas perawatan pesawat salah satu maskapai nasional.
Landas pacu di bandara ini cukup panjang, sekitar 1.850 meter. Bisa digunakan untuk pesawat B 737 seri 200-300.
Apakah bandara ini juga steril dari gangguan binatang ternak seperti halnya bandara-bandara perintis? "Hewan ternak nggak ada," kata dia.
Pada Senin pagi, sebuah pesawat latih yang hendak mendarat menabrak motor yang nyelonong di landas pacu. Akibatnya pengendara motor dan yang diboncengnya tewas. Sedangkan pesawat yang oleng, lantas jatuh dan menyebabkan siswa dan instrukturnya luka berat.
(nwk/nrl)











































