Pantauan detikcom di Jl Mardani Raya, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sekitar 10 warga mendekati mobil Innova B 1750 KI yang ditumpangi Ibrahim. Saat adegan rekonstruksi penghitungan uang selesai, warga pun berebut ingin melihat wajah pria paruh baya tersebut.
"Buka dong. Buka dong selimutnya Pak, korupsinya aja nggak malu," ujar seorang ibu bernama Yuli yang mengenakan daster di lokasi, Senin (19/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedikitnya ada 28 adegan rekonstruksi yang digelar di beberapa lokasi kejadian. Di lokasi terakhir, tampak penyidik KPK melakukan penyergapan tanpa ada perlawanan.
Dua orang langsung menghampiri Ibrahim yang sedang duduk di bagian tengah. Lalu, penyidik pun meminta salah seorang petugas Babinkam bernama Agus untuk menjadi saksi penghitungan uang di TKP.
Saat tiba di KPK, Ibrahim juga masih menutupi wajahnya dengan selimut. Sempat ada yang menarik selimut, namun Ibrahim tetap bertahan.
Ibrahim diduga menerima suap Rp 300 juta dari pengacara PT Sabar Ganda, Adner Sirait. Pemberian uang diduga untuk memenangkan PT Sabar Ganda di perkara sengketa tanah yang digelar di PT TUN. Ibrahim adalah ketua majelis hakim.
(mad/lrn)











































