"Kertas gratis masuk wahana permainan itu seperti kupon. Tadi kita temukan di salah satu TPS," kata Ketua Panwas Candisari, Semarang, Florentius Mardiono kepada detikcom, Minggu (18/4/2010).
Mardiono enggan mengungkap pelaku dan kandidat yang mengedarkan kupon itu. Namun ia mengaku telah mencatat dan akan melaporkannya ke panwas kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kupon bermasalah itu, di Kecamatan Candisari juga sempat terjadi salah paham soal pemilih. Itu bermula dari edaran KPUD sekitar pukul 11.00 yang menyebut pemilih yang tidak ada di DPT dan DPS bisa memilih asal tercatat di DP4.
"Dengan dasar itu, pemilih yang tak punya undangan dan kartu pemilih bisa tetap memilih asal tercatat di formulir DP4. Saya sempat beradu argumen dengan KPPS karena edaran itu belum turun," paparnya.
Pilwakot Semarang digelar hari ini, Minggu (18/4). Berdasar data KPUD tercatat 1.100.312 warga memiliki hak pilih. Mereka disediakan 2.805 TPS dan 10 TPS khusus.
(try/yid)











































