"Salah besar, tidak ada yang mati. Hanya perkelahian biasa. Perkelahian antar perorangan. Tangan lawan dipukul dengan kayu," kata Widana saat dikonfirmasi detikcom menanggapi soal isu bentrokan berdarah tersebut, Minggu (18/4/2010).
Sebelumnya beredar isu melalui SMS dan media jejaring sosial agar menghindari kawasan Legian, Kuta, Bali. Dalam isu itu disebutkan sedang terjadi bentrok antara 2 kelompok preman yang sampai menewaskan 2 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aparat ini lalu melepaskan tembakan ke udara yang lalu dianggap oleh warga sebagai tembakan dari kelompok yang bertikai. Tembakan dari aparat Brimob ini untuk memperingatkan agar tidak bentrok tidak dilanjutkan.
"Tidak benar ada yang mati, tidak benar ada tembakan 2 kali. Itu dari petugas yang berjaga ingin melerai," pungkas sumber itu.
(gds/fay)











































