JK mengunjungi kegiatan donor darah yang digelar oleh Gereja Kresten Jawa, Nehenia di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (18/4/2010). Dalam pidatonya, JK mengajak semua umat beragama untuk mengesampingkan perbedaan jika sudah terkait darah.Β
"Tidak ada apotik yang menjual darah. Tidak ada pabrik darah. Ini murni hubungan manusia dengan manusia. Nanti Tuhan yang akan membalas," papar JK dalam pidatonya.
Menurut JK di masyarakat yang semakin maju, kompleksitas persoalan juga semakin bertambah. Apalagi jika masyarakat tidak memahami pentingnya perdamaian, yang akhirnya berujung konflik.
"Negara makin maju, makin banyak masalah. Transportasi makin banyak. Makin banyak motor, makin banyak kecelakaan, makin banyak pula korban, dan membutuhkan darah. Apalagi di wilayah konflik," paparnya.
JK lalu mencontohkan betapa darah sangat dibutuhkan dalam waktu cepat saat terjadi konflik, seperti bentrok di makam Mbah Priok, Koja, kemarin. "Peristiwa Tanjung Priok kemarin, itu setidaknya butuh 70 kantong darah, pada jam itu (kejadian itu). Itu dalam keadaaan darurat," paparnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Gereja Kristen Jawa, Nehenia, Lusindo Tobing merasa senang acara rutin donor darah di gerejanya dikunjungi Ketua PMI Jusuf Kalla. Dengan apresiasi ini, GKJ Nehenia akan kembali mengadakan donor darah lagi pada bulan puasa umat muslim, Ramadhan. Saat Ramadhan, memang banyak digelar acara sosial.
"Kami akan memberikan dan memperbanyak donor di saat bulan puasa untuk kerjasama saling mengisi. Karena di saat itu, stok darah biasanya menipis," papar Lusindo di sela-sela acara di GKJ Nehenia, Jl Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta.
Sementara, seusai memberikan pidato soal pentingnya darah, JK langsung disuguhi acara paduan suara dengan lagu-lagu kebaktian. Setelah itu, dengan didampingi pimpinan gereja, JK memantau acara donor darah yang diikuti ratusan jemaat ini. (yid/fay)











































