PLN Riau Kembali Lakukan Pemadaman Bergilir

PLN Riau Kembali Lakukan Pemadaman Bergilir

- detikNews
Minggu, 18 Apr 2010 09:59 WIB
Pekanbaru - Entah sampai kapan pemadaman bergilir di ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru akan berakhir. Pertanyaan seperti ini kembali menghantui setalah PLN Wilayah Riau-Kepri kembali melakukan pemadaman bergilir.

Kekurangan daya di wilayah PLN Riau belum juga menemukan solusi. Hitungan sepekan terakhir, perusahaan negara itu tidak bosannya melakukan pemadaman di Pekanbaru.

"Sampai kapan pemerintah bisa mengtasi pemadaman bergilir ini. Kita sudah muak melihat PLN yang belum mampu juga mengatasi krisis energi ini," ungkap Ridwan Syahbudi, warga Pekanbaru kepada detikcom, Minggu (18/04/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini PLN melakukan pemadaman minimal 3 jam dalam sehari. Pemadaman ini bisa dilakukan siang hari atau malam hari. Pemadaman bergilir sudah dirasakan dalam sepekan ini.

"Pemadaman ini jelas membuat tidak nyaman. Terutama lagi bila terjadi pada malam hari," keluh Rizal warga lainnya.

Kendati pemadaman bergilir terus berlanjut, belum ada keketerangan resmi dari PLN penyebab pemadaman ini.

Menurut Ketua Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) Riau, Marbaga Tampubolong, kepada detikcom, sebaiknya pemerintah segera mencari solusi tercepat guna mengatasi krisis listrik saat ini.

"Bagaimana mungkin, ibu kota provinsi terus menerus didera pemadaman bergilir. Kondisi ini berakibat negatif baik bagi masyarakat sendiri maupun pertumbuhan ekonomi," kata Marbaga.

Pemadaman bergilir sudah berjalan diatas 10 tahun. Selama ini pula, PLN tidak mampu mencari solusinya. PLN terkesan pasrah dengan kondisi yang ada tanpa mau mencari motivasi untuk menutupi krisis daya saat ini.

"Mestinya, dengan tegang waktu yang sudah lebih 10 tahun di rasakan warga Riau atas krisis ini, pihak PLN mestinya sudah dapat mencari alternatifnya. Namun selama ini kami melihat tidak ada upaya maksimal dari PLN untuk menutupi kekurangan dayan tersebut," kata Marbaga.

(cha/cha)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini