Cari Jalan Pulang, Para Pelancong Gunakan Taksi Hingga Sepeda

Penutupan Bandara Eropa

Cari Jalan Pulang, Para Pelancong Gunakan Taksi Hingga Sepeda

- detikNews
Minggu, 18 Apr 2010 01:22 WIB
Cari Jalan Pulang, Para Pelancong Gunakan Taksi Hingga Sepeda
Paris - Penerbangan di Eropa sedang carut marut. Akibat abu vulkanis yang mengepul dari Gunung Eyjafjallajokull, Islandia, para pelancong yang terlanjur berpergian tidak bisa kembali ke kampung halamannya menggunakan pesawat. Pilihan pun jatuh pada taksi, kereta api, bahkan sepeda.

Dilansir AFP, Sabtu (17/4/2010), para sopir taksi mulai menawarkan perjalanan menuju perbatasan negara-negara di Eropa. Kereta api dan kapal ferry selalu penuh. Sementara, para pengendara mobil yang kosong mengajak orang asing untuk mengisi mobil mereka.

Di Portugal, peningkatan jumlah penumpang kereta api berlangsung sangat cepat. Salah satunya tiket ke Paris yang sudah penuh dipesan sejak jauh hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, di Rusia ada pengemudi taksi yang siap mengantar penumpangnya ke negara mana pun yang dituju. Namun, ia enggan menyebutkan berapa tarif yang dipatok untuk perjalanan lintas negara tersebut.

"Kenapa saya tidak boleh mengambil untung? Saya rasa untuk seseorang yang perlu berpergian ke luar negeri untuk bisnis, itu hal yang bisa diterima," kata pengemudi taksi tersebut.

Di Austria, para pelancong di Bandara Vienna 'bersatu' untuk menyewa mobil agar bisa menuju ke negara tujuan yang sama. Sebagian dari mereka juga ada yang berbondong-bondong menuju stasiun kereta api agar bisa pergi ke Jerman.

Lain lagi dengan kejadian di Inggris. Seorang eksekutif muda mengaku telah membayar 700 poundsterling atau sekitar USD 1.100 untuk tarif taksi dari Belfast ke London. Beberapa pelancong lain bahkan rela membeli sepeda hanya untuk bisa menaiki kapal ferry.

Sejumlah negara di Eropa menutup jalur penerbangannya akibat awan debu yang disebabkan gunung meletus di Islandia. Rencananya, penutupan akan berlangsung hingga Minggu 18 April 2010.
(mad/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini